Keabadian sering disebut adalah impian setiap manusia, namun ternyata
menjadi abadi tidak seindah yang dibayangkan. Ada banyak alasan mengapa
keabadian adalah hal yang buruk dan di sisi lain menunjukkan bahwa
kematian ternyata adalah hal yang indah. Berikut 10 alasan mengapa Anda
tidak akan menginginkan keabadian.
1. Hilangnya Identitas Diri
Anda masih ingat dengan impian masa kecil Anda? Mungkin impian itu
berubah karena Anda belum dewasa dan hanyalah angan-angan semata. Namun
perubahan itu akan dialami semua orang jika keabadian terwujud.
Dengan adanya keabadian maka seseorang tidak akan lagi mengetahui siapa
dirinya, bagaimana kepribadian dirinya yang sebenarnya, dan apa yang
mereka inginkan. Semua itu akan terus berubah dan hingga akhirnya nanti
akan membuat dirinya kehilangan identitas diri.
Dalam jangka waktu ribuan tahun atas waktu yang abadi, kita pasti telah
melupakan banyak hal dan mungkin termasuk siapa keluarga kita,
bagaimana masa kecil kita, apa makanan favorit kita, apa bahasa kita
dan banyak lainnya.
2. Golongan Sosial Yang Sangat Banyak
Dengan waktu yang tidak abadi saja kita tahu bahwa generasi kita
terbagi-bagi menjadi berbagai golongan sosial seperti golongan sosial
tahun 70an, 80an, 90an, dan modern sekarang ini.
Mereka yang hidup di tahun 70-an pasti memiliki musik zaman mereka
sendiri dibandingkan yang hidup di generasi sekarang. Bayangkan berapa
banyak golongan sosial yang dapat terbentuk jika umur manusia tidak
terbatas, sederhananya bayangkan saja dalam waktu 1000 tahun.
Bahkan beberapa beragumen bahwa manusia itu terus berevolusi dan makanan
yang kita makan sekarang mungkin bukan lagi makanan yang dapat kita
temui di 100 tahun ke depan. Apakah Anda bisa menjamin bahwa makanan
untuk 100 tahun ke depan cocok untuk Anda? Bagaimana dengan iklim di 100
tahun ke depan?
3. Kesendirian
Keabadian yang kita bicarakan di sini adalah keabadian umum yang semua
orang juga dapat memilikinya, namun bagaimana jika keabadian itu hanya
dapat dimiliki orang-orang tertentu saja?
Jika begitu halnya maka kekurangan lain dari keabadian akan terlihat
dalam hal kesendirian. Bayangkanlah diri Anda yang abadi harus
menyaksikan orang-orang terkasih sekitar Anda semakin tua dan pada
akhirnya meninggal.
Jika hal itu hanya terjadi sesekali mungkin tidak akan berdampak besar
namun bagaimana jika itu terjadi berulang kali dan untuk selamanya? Hal
itu kemungkinan besar akan membuat diri Anda tidak lagi ingin
berkomunikasi dengan sesama Anda dan memisahkan diri dalam kesendirian.
Kalaupun hal itu tidak terjadi, manusia sekitar Anda juga mungkin tidak
ingin bersosialisasi dengan seseorang yang wujudnya tidak berubah selama
ribuan tahun.
4. Hukuman Kriminalitas Sia-Sia
Setiap tindakan kriminalitas pasti memiliki hukumannya sendiri baik
penjara 5 tahun, 10 tahun, 20 tahun, hingga seumur hidupnya. Bentuk
hukuman penjara dalam bentuk waktu itu adalah hal yang menakutkan jika
umur manusia terbatas. Berbeda halnya jika setiap orang yang ada di
dunia ini abadi.
Apalah artinya waktu 20 tahun dibandingkan dengan waktu 1000 tahun?
Apalagi keabadian itu berarti tidak terbatas. Bisa saja kita membuat
hukuman atas tindakan kriminalitas menjadi hukuman mati namun hukuman
mati itu malah bisa menjadi sebuah penghargaan yang ingin dicapai semua
orang yang tidak lagi menginginkan keabadiannya. Dengan begitu tindakan
kejahatan malah akan meningkat jauh.
5. Overpopulasi
Alasan lain mengapa keabadian itu buruk dan bersifat negatif adalah
karena keabadian itu sendiri. Pada saat keabadian terwujud, maka tentu
semua orang akan mendapatkan keabadian itu dan kematian akan merosot
jauh.
Jadi, jika sekarang Jakarta sudah berpenduduk lebih dari 9 juta, maka
Anda bisa membayangkan jumlah itu meningkat hingga 2 kali lipat dalam
jangka waktu abadi puluhan tahun, apalagi ratusan tahun, padahal kita
tahu bahwa tanah dan sumber daya di dunia ini terbatas.
Bentuk sederhana penggambarannya adalah sebuah restoran dengan 50 meja
dan bahan makanan terbatas namun harus menghadapi antrian hingga puluhan
ribu orang. Dalam waktu yang sangat singkat semua sumber daya yang ada
di dunia ini akan lenyap begitu saja.
6. Tetap Tua
Setiap manusia akan bertumbuh dewasa kemudian menjadi tua dan kemampuan
mereka tidak akan lagi sama seperti selagi mereka masih muda. Kalaupun
manusia dapat mencapai keabadian maka kondisi mental mereka tetap akan
terus bertumbuh dan pada seiring berjalannya waktu semua orang akan
menjadi tua dalam hal mental.
Bayangkan kehidupan dengan fisik layaknya orang yang masih muda namun
dengan pikiran layaknya orang yang sangat tua. Jadi kalaupun Anda adalah
manusia abadi yang berpenampilan umur 20 tahun, mental yang Anda miliki
adalah orang berumur ratusan tahun yang mungkin saja menderita
Alzheimer (degradasi otak).
7. Luka Abadi
Steve Jobs pernah mengatakan bahwa kematian adalah penemuan terbaik
kehidupan, hal itu juga berlaku benar, melihat bahwa setiap orang akan
memiliki kesempatan untuk mengakhiri luka mereka.
Luka yang kita bicarakan di sini bukan sekedar luka fisik biasa namun
adalah luka permanen seperti trauma, kecacatan, mati otak, stroke, atau
kelumpuhan. Dengan adanya kematian maka orang terkait akan tahu bahwa
penderitaannya akan berakhir saat ajal menjemput. Namun bersamaan dengan
adanya hidup yang abadi maka luka yang abadi juga akan terwujud.
8. Keabadian yang Tragis
Dalam situasi tertentu kematian adalah hal yang sangat indah dan dapat
membebaskan manusia dari banyak hal. Bayangkan saja misalnya jika sebuah
gempa bumi terjadi dan karena itu Anda harus tertimpa tidak dapat
bergerak di kedalaman reruntuhan rumah Anda.
Jika dalam kasus biasa, Anda secara perlahan akan mendekati kematian
namun yang kita bicarakan sekarang adalah Anda itu abadi yang dapat Anda
lakukan hanyalah menunggu pertolongan yang mungkin baru akan terlihat
berbulan-bulan sesudah kejadian itu.
Itupun jika pertolongan benar-benar datang dan kejadian yang kita
bicarakan adalah kejadian besar yang semua orang tahu. Namun bagaimana
jika contohnya adalah kecelakaan yang membuat Anda terperangkap dan
hanya Anda yang tahu? Sungguh ironis.
9. Kematian Tragis
Oke Anda abadi, tapi tidak dipungkiri bahwa jika organ tubuh Anda ada
yang rusak atau hancur pasti kematian sudah di depan mata. Kematian
tragis seperti organ hancur itu dapat kita hindari dengan kematian yang
indah, yakni mati selagi kita tidur, namun sayangnya dengan waktu yang
abadi maka kematian yang ada di dunia ini hanyalah kematian tragis.
Akan membutuhhkan lebih dari sekedar penyakit untuk dapat membunuh
seorang mahuk abadi, pernah menonton film terminator? Mungkin dari
dibacok, digencet, sampai ditabrak hingga hancur barulah bentuk kematian
yang akan dijumpai dalam kehidupan abadi tersebut.
10. Membosankan dan Tidak Berarti
Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap orang pasti akan merasa bosan jika
mereka selalu mendapatkan atau melakukan hal yang sama secara terus
menerus. Seperti contohnya sesekali melakukan bungee jumping mungkin ada
adrenalinnya tersendiri, tapi jika itu terus dilakukan atau mungkin 5
kali saja rasa bosan pasti sudah terlihat.
Hal ini juga dapat diimplementasikan dalam kehidupan kita sebagai
manusia. Sebagai mahluk hidup yang memiliki batas waktu ada alasan
mengapa kita terus bertahan dalam berbagai suka duka kehidupan.
Alasan utamanya adalah karena kita tahu di akhir hari nanti semua itu
akan berhenti atau akan membuahkan hasil, namun bagaimana jika Anda tahu
bahwa semua itu tidak akan berakhir? Dengan waktu yang abadi maka semua
hal yang dilakukan akan terasa monoton dan akan ada banyak orang yang
lebih memilih kematian jika mereka harus merasakan kebosanan untuk
beribu-ribu tahun.
Ditambah lagi semua makna yang sekarang masih berarti dalam kehidupan
kita mungkin menjadi tidak ada artinya. Liburan akhir minggu bukan lagi
hal yang ditunggu-tunggu, pergi ke luar negeri bukan sesuatu yang
menakjubkan, bahkan mungkin saja di suatu waktu pergi keliling dunia
tidak lagi ada artinya. Mungkin saja satu-satunya yang berarti adalah
kematian itu sendiri.
Jadi jika semua itu digabungkan jadi satu maka alasan mengapa keabadian
merupakan hal yang buruk adalah karena hidup yang membosankan, Anda
tidak bisa menentukan siapa identitas Anda, dipenuhi kematian tragis,
luka abadi, overpopulasi, dan kriminalitas yang meningkat pesat.
Bayangkan saja Anda hidup dalam dunia seperti itu.
Sumber :