Showing posts with label Fauna. Show all posts
Showing posts with label Fauna. Show all posts

Bisakah Ikan Hidup di Darat?

April 22, 2018 Add Comment


Pernahkah kalian bertanya-tanya, apakah ikan bisa hidup di daratan tanpa air? Bukankah kita sebagai manusia bisa hidup dengan nyaman di daratan? Apa beda kita dengan ikan?

Perlu kalian ketahui bahwa ikan tidak akan bisa hidup di darat tanpa air. Setidaknya, mereka akan bertahan selama beberapa menit sebelum akhirnya mati. Mengapa begitu? Sebab ikan tidak bisa bernapas di darat seperti kita dan mamalia lainnya.

Kita tahu, setiap makhluk hidup memerlukan oksigen untuk bertahan hidup. Bedanya, kita mengambil oksigen dari udara, sedangkan ikan dari air. Hal ini juga dipengaruhi organ yang bertugas menyaring oksigen tersebut. Kita, manusia dan mamalia lainnya, memiliki hidung dan paru-paru. Fungsinya adalah untuk mengumpulkan udara, dan mengambil oksigen yang berharga.

Nah, pada ikan, mereka memiliki organ tersendiri bernama insang. Kalian harus catat, bahwa air tawar dan air laut juga mengandung oksigen. Ikan akan menggunakan insang mereka untuk mengumpulkan air dan menyaring oksigen yang berguna bagi tubuh mereka. Itulah mengapa ikan tidak bisa bertahan hidup di darat. Ya, sebab organ mereka didesain untuk mengambil oksigen dari air, bukan udara.

Begitupun dengan kita, manusia. Kita tidak akan bisa bertahan terlalu lama di dalam air tanpa alat bantu khusus. Sebab tentu saja, paru-paru kita hanya didesain untuk mengambil oksigen dari udara, bukan dari air.




Info Tambahan

Masih ingat kan, ada beberapa binatang yang tergolong mamalia dan hidup di laut laksana ikan. Ya, benar, mereka adalah paus dan lumba-lumba. Karena mereka memiliki paru-paru, paus dan lumba-lumba akan muncul ke permukaan laut secara rutin untuk mengambil udara dan menyaring oksigennya. Bisa dikatakan, metode bernafas mereka sama saja seperti mamalia lain, bedanya, mereka bisa nahan napas lebih lama di dalam air.



Sumber:
sains.me


Uniknya Cara Berkembang Biak Penguin

April 22, 2018 Add Comment

Penguin merupakan salah satu hewan dari famili aves atau burung. Seperti layaknya burung-burung yang lain, penguin bereproduksi dengan bertelur. Namun ada yang unik dari proses perkembangbiakan penguin ini.

Setelah masa kawin, biasanya penguin betina hanya bertelur satu butir. Setelah seekor penguin betina bertelur, kemudian penguin jantanlah yang akan mengerami telurnya. Penguin umumnya bertelur pada musim dingin sehingga pada masa itu cukup sulit untuk mencari makanan.

Maka, pergilah penguin betina mencari makanan selama penguin jantan mengerami telur.

Proses pengeraman telur ini memerlukan waktu 2 bulan. Selama proses mengerami telur ini penguin jantan tidak makan sama sekali karena mereka tidak dapat meninggalkan telur dan saat musim dingin makanan memang tidak tersedia.

Telur yang tidak terjaga dengan baik atau mengalami peningkatan suhu, dapat membeku dan calon penguin dapat mati dalam beberapa menit. Setelah dua bulan berpuasa, penguin jantan akan kehilangan sepertiga berat tubuhnya.

Hebat, ya, mereka nggak mati meskipun dua bulan nggak makan!

Grup Bapak-Bapak Siaga

Selama masa pengeraman itu, penguin jantan akan membentuk koloni dengan sesama penguin jantan lain. Masing-masing penguin jantan membawa sebutir telur di antara kedua kakinya.

Dengan membentuk koloni, mereka dapat menjaga temperatur telur bersama sehingga telur lebih aman. Para penguin ini juga menjaga agar penguin-penguin yang terletak di bagian luar koloni tidak kedinginan, mereka akan secara bergiliran berpindah tempat supaya panasnya merata.

Setelah dua bulan dierami dan akan segera menetas, telur ini kemudian akan diambil alih oleh penguin betina yang telah kembali dari mencari makanan. Penguin betina akan menyimpan makanannnya pada temboloknya sehingga badannya menjadi lebih besar dari ukuran awalnya.

Bagaimana caranya penguin betina dapat menemukan pasangannya dan telurnya di antara para koloni penguin jantan? Penguin adalah hewan yang setia pada pasangannya.

Mereka dapat mengenali pasangannya dari nyanyiannya atau suaranya. Wah, persis seperti di film Happy Feet ya! Begitulah caranya mereka saling bertemu kembali setelah berbulan-bulan berpisah.

Begitu juga dengan anak penguin, mereka dapat mengenali orangtuanya dari suara mereka. Setiap penguin memiliki suara yang khas yang membedakannya dari penguin yang lain.

Biasanya telur penguin menetas ketika awal musim semi. Es-es sudah mulai mencair sehingga terbentuk lubang-lubang air, dari situlah para penguin dapat berburu ikan.

Alasan mengapa penguin bertelur pada musim dingin karena jika mereka bertelur pada musim panas, penguin kecil akan lahir pada musim dingin dan pada saat itu makanan sulit diperoleh sehingga sulit mencari makan bagi si penguin kecil.



Sumber:
Sains.me

Basenji, Anjing yang Tidak Menggonggong

April 18, 2018 1 Comment

Anjing adalah hewan yang sangat akrab dengan manusia dan sering dijadikan peliharaan. Kamu pernah mendengar tentang anjing Basenji? Mungkin pernah, mungkin juga tidak. Anjing punya ekpresi ketika mereka sedang bermain dan ketika marah, yaitu dengan cara menggonggong. Berbeda dengan anjing biasanya, anjing Basenji ternyata tidak bisa mengonggong. Nah lho, kok gitu?

Anjing Basenji disebut juga dengan “barkless dog” atau “voiceless dog” atau dalam bahasa Indonesia berarti anjing tanpa suara. Yang lebih unik lagi, anjing ini akan mengeluarkan suara seperti manusia menangis atau tertawa ketika mereka mengekspresikan rasa marah atau rasa senang. Selain itu, Anjing Basenji memiliki tingkah laku seperti kucing, dimana dia suka menjilati tubuhnya, dan suka termenung diam memandangi jendela seperti yang dilakukan oleh kucing.




Anjing ini memiliki ukuran yang agak kecil, dimana tengkorak kepalanya datar dan panjang serta moncongnya berbentuk bulat. Barkless Dog ini memiliki tinggi badan antara 40 cm sampai 43 cm dengan berat sekitar 11 kilogram.

Bulu di tubuhnya bertekstur halus dan pendek. Warna bulunya biasanya cokelat kemerahan, hitam, putih, atau hitam dan cokelat. Biasanya bagian dada, kaki, dan ujung ekor anjing ini berwarna putih.


Salah Satu Ras Anjing Tertua

Anjing Basenji disebut-sebut sebagai salah satu ras anjing tertua di dunia. Anjing ini berasal dari Afrika tengah, Basenji, dan biasanya diberikan pada para firaun sebagai hadiah pada jaman Mesir kuno. Namun, setelah peradaban Mesir berhenti, Anjing ini menjadi anjing peliharaan dan sering digunakan untuk keperluan berburu.

Pada abad ke-19, para penjelajah dari Inggris menemukan kembali Anjing Besenji ini. Voiceless Dog ini sempat dipelihara dan dikembangbiakkan hingga tahun 1940-an. Sekitar tahun 1980, Anjing Basenji hampir mengalami kepunahan karena adanya sindrom fanconi yang merupakan penyakit keturunan dari ras anjing tersebut.

Sekian dulu informasi tentang Anjing Basenji yang tidak bisa menggonggong. Semoga artikel ini bisa memberikan manfaat buat kamu. Jangan lupa untuk like dan membagi informasi ini pada teman-teman kamu ya.

Keberadaan Zombie di Dunia Hewan

October 27, 2017 1 Comment
Sejumlah kepercayaan meyakini keberadaan zombie, mayat hidup yang masih bisa berkeliaran meski sudah tidak lagi memiliki kesadaran. Dalam versi fiksi horor Hollywood pengilustrasian zombi malah lebih mengerikan lagi, mahluk ini dideskripsikan sebagai makhluk yang suka makan otak manusia. Hiii serem.

Meskipun keberadaan 'virus' zombie pada manusia belum dapat dipastikan secara ilmiah, alam sudah memperlihatkan penampakannya dalam dunia hewan. Beberapa parasit ditemukan dapat mengambil alih otak binatang sehingga inang yang ditumpangi parasit tersebut harus mengikuti keinginan sang penumpang gelap. Berikut ini adalah empat contoh mengerikan kehidupan 'zombie' di dunia hewan.

1. Korban: Laba-laba

Laba-laba jenis Plesiometa argyra ini sungguh bernasib sial. Laba-laba asal Kosta Rika yang hanya ingin menangkap sejumlah serangga kecil untuk makan, justru diambil alih tubuhnya oleh tawon parasit.

Tawon itu menanam larva dalam tubuh laba-laba dan menguasainya. Alih-alih membangun jaringnya, laba-laba menghabiskan malam terakhir hidupnya untuk membuat kepompong lembut yang akan menjadi rumah bagi pembunuhnya.

Ketika kepompong selesai dikerjakan, larva itu akan membunuh laba-laba dan tinggal aman dalam kepompong, di atas para predator yang berkeliaran di tanah hutan hujan.

2. Korban: Kepiting

Zombie kita yang berikutnya adalah kepiting. Kali ini parasit pelaku aksi pembajakan adalah seekor teritip Sacculina yang ingin bersarang di dalam cangkang kepiting.

Saat masuk ke dalam tubuh kepiting, ia akan membuat rumah kecil yang nyaman yang terlihat seperti tumor di tubuh kepiting, terus memperpanjang sulurnya melalui tubuh kepiting dan perlahan-lahan makan inangnya.

Setelah membunuh organ seks tempat tinggal barunya, kepiting menjadi kehilangan minat pada apapun selain melayani teritip yang kini jadi majikannya.

Teritip lalu melubangi cangkang kepiting dan mengundang si jantan masuk dan berkembang biak dalam cangkang kepiting, dan beranak pinak di sana.

3. Korban: Semut

Penemuan zombie terjadi sepanjang waktu. Tahun ini para ilmuwan menemukan empat jenis baru jamur yang memangsa semut kayu. Jamur itu menginfeksi semut dan menggunakan sinyal kimia untuk mengarahkan semut ke luar dari jalurnya.

Semut yang telah menjadi zombie itu kemudian meninggalkan koloninya dan menancapkan rahangnya di bawah daun dan menetap di sana. Binatang itu akhirnya mati saat jamur menyebar ke seluruh tubuhnya.

Jamur juga membentuk semacam tangkai dari kepala semut zombie dan mencoba memikat semut lainnya. Salah satu jamur yang dapat menginfeksi semut adalah Cordyceps unilateralis.

4. Korban: Kecoa

Ini seperti adegan dalam film Hollywood: tusukan cepat di bagian otak membuat orang tak bersalah menjadi korban serangan brutal dan mengerikan. Tapi bukan manusia yang jadi korban melainkan kecoa. Sedangkan penjahatnya adalah tawon.

Dalam kisah nyata di alam, bisa tawon membuat kecoa tak mampu bergerak. Kecoa lalu diseret ke sarang tawon, dan terus hidup meski perutnya ditanami telur tawon.

Saat telur itu menetas menjadi larva, ia memakan kecoa tak berdaya itu, dari dalam ke luar. Sebulan kemudian, tawon dewasa terbang dari "tempat kejadian perkara", meninggalkan bangkai yang membusuk.

Jangan Pernah Remehkan Kecerdasan Burung Gagak!

June 24, 2016 Add Comment
Sains memang tak akan pernah berhenti menyuguhkan kejutan-kejutan untuk para penikmatnya. Sebelumnya, hewan-hewan yang seringkali disebutkan memiliki kecerdasan tinggi biasanya tak jauh dari lumba-lumba, simpanse, anjing, dan sejenisnya. Namun, berdasarkan suatu penelitian terbaru, ternyata ditemukan bahwa burung gagak juga memiliki tingkat kecerdasan yang terbilang tinggi, terutama bila diukur menurut kemampuan menghubungkan konsep-konsep.



Burung gagak dapat mengingat muka dan menggunakan perkakas. Penelitian terkini juga menunjukkan mereka memiliki kekuatan otak untuk mengerjakan tugas pencocokan tingkat tinggi. Dipandang dari kemampuan relasional tersebut, kecerdasan burung gagak mungkin dapat disejajarkan dengan kera dan monyet, bahkan manusia, seperti yang dikutip liputan6.com dari Futurity.org

“Apa yang telah dilakukan oleh burung gagak itu merupakan hal yang fenomenal,” ucap Ed Wasserman, profesor psikologi di Universitas Iowa di Kota Iowa, Amerika Serikat.

Menurut Wasserman, hasil penelitian terhadap kecerdasan gagak memang menakjubkan. “Percobaan ini telah dilakukan sebelumnya pada kera dan monyet, dan kini kita sekarang melakukannya pada seekor burung.”

“Namun bukan sembarang burung, melainkan burung yang otaknya istimewa dibandingkan burung lain sebagaimana istimewanya otak kera di kalangan mamalia,” sambung dia.

Dalam terbitan Current Biology, dua ekor burung gagak yang berusia lebih dari 2 tahun ditempatkan di dalam kandang kawat dan disodorkan nampan plastik berisi 3 mangkuk kecil yang salah satunya berisi makanan.

Semua mangkuk itu ditutup dengan kartu-kartu berpola tertentu. Setelah dilakukan berulang kali, gagak itu mampu menghubungkan pola gambar tertentu pada kartu penutup dengan keberadaan makanan dalam mangkuk.

Direktur Penelitian di University of Aix-Marseille di Prancis, Joel Fagot, sepakat bahwa hasil yang didapat telah merombak pandangan bentuk kecerdasan yang canggih hanya didapati pada spesies manusia ‘cerdas’.
“Bukti-bukti yang ada menyebutkan bahwa hewan-hewan dapat melakukan lebih daripada yang kita duga,” ujar dia.


Yayasan Penelitian Dasar Rusia pun mendukung penelitian ini. Anna Smirnova, Zoya Zorina dan Tanya Obozova adalah para peneliti di Lomonosov Moscow State University yang menjadi penulis bersama dalam penelitian tersebut.

Mengapa Anjing Suka Menjulurkan Lidah?

March 08, 2016 Add Comment


Singkatnya, anjing suka menjulurkan lidahnya keluar karena hal tersebut membantunya untuk mendinginkan tubuh. Kok bisa begitu ya? Jadi begini, kalau kamu perhatikan saat mengeluarkan lidahnya, anjing juga akan bernapas seperti sedang terengah-engah. Hal ini bertujuan untuk menarik udara dengan cepat di sepanjang lidah. Udara ini akan membantu untuk mengurangi kelembaban dan mendinginkan darah pada lidah. Darah yang sudah dingin ini kemudian akan mengalir ke sepanjang tubuh anjing dan mendinginkan tubuhnya. 

Pada manusia dapat ditemui kelenjar keringat pada pori-pori kulit. Ketika keringat menguap, ia membawa serta panas dari tubuh. Pada anjing tidak ditemukan kelenjar semacam itu pada kulit mereka. Bila mereka merasa kepanasan, mereka mencoba mendinginkan tubuh dengan mengeluarkan lidah sehingga uap lembab pada lidah mereka menghilang. Nah, sekarang sudah tahu kan kenapa anjing hobi menjulurkan lidahnya. 



sumber:
sains.me