Showing posts with label Sains. Show all posts
Showing posts with label Sains. Show all posts

Galaksi Bimasakti, Rumah Kita Tercinta

April 24, 2018 Add Comment

Sejauh yang bisa diteliti dan diukur dengan detail oleh manusia, terdapat tak kurang dari seratus miliar galaksi di alam semesta! Galaksi itu apa sih?

Pengertian sederhana dari galaksi adalah, sekumpulan material luar angkasa yang terdiri dari bintang, gas, debu, dan benda langit lainnya terikat oleh sebuah sistem gravitasi yang sama.

Sistem tata surya kita, dengan matahari sebagai pusatnya, merupakan bagian dari sebuah galaksi yang diberi nama Bimasakti (atau Milky Way, dalam bahasa Inggris).

Seperti halnya banyak galaksi lain, Bimasakti berbentuk spiral, dengan dua lengan utama (major arms), dan dua lengan minor (minor arms).

Dimana letak tata surya kita?

Matahari dan planet-planet pengiringnya terdapat di salah satu lengan minor bernama Orion. Lengan (atau sabuk) Orion ini terletak di antara dua lengan utama yaitu lengan Perseus dan lengan Sagitarius.

Bimasakti terdiri dari miliaran bintang yang, banyak di antaranya, lebih besar dan lebih tua dari matahari kita. Diameter Bimasakti adalah 100.000 tahun cahaya dan tebalnya seribu tahun cahaya.

Di pusat galaksi ini dipercaya terdapat lubang hitam yang sangat masif, orang-orang menyebutnya dengan “supermassive black hole“.

Apakah galaksi bergerak? Jawabannya adalah iya. Semua galaksi bergerak, baik gerak memutar (spinning), ataupun gerak berjalan melintasi alam semesta. Dalam perjalannya ini diperkirakan galaksi Bimasakti akan menabrak galaksi tetangga terdekatnya bernama Andromeda.

Dengan menghitung jarak dan kecepatan laju galaksi, tabrakan besar itu diperkirakan akan terjadi empat miliar tahun yang akan datang.

Namun pada masa itu diperkirakan pula matahari telah mengalami evolusi dan membesar menjadi bintang merah raksasa (red giant). Hal ini tentu saja membuat Bumi sudah bukan lagi planet yang bisa ditinggali.


Info tambahan

Seberapa jauh satu tahun cahaya itu? Satu tahun cahaya menunjukkan jarak yang bisa ditempuh oleh cahaya dalam ruang hampa dalam satu tahun.

Sebagai gambaran, satu detik cahaya itu 300.000 kilometer (ya, karena cepat rambat cahaya adalah 300.000 kilometer per detik).

Itu baru satu detik, sedangkan satu tahun terdiri dari 525.600 menit, yang berarti 31.536.000 detik.

Jadi berapa kilometer jarak yang ditempuh cahaya selama 31.536.000 detik? Tinggal dikalikan saja dengan 300.000. Hasilnya hampir 9,5 triliun kilometer!

Nah, sudah ada gambaran kan, 1 tahun cahaya adalah mendekati 9,5 triliun kilometer. Sekarang bayangkan berapa luasnya galaksi Bimasakti yang diameternya 100.000 tahun cahaya!



Sumber:
Sains.me

Penelitian: Hantu Dapat Terlihat Jika Otak Terkena Frekuensi Sangat Rendah

December 21, 2017 1 Comment
Hingga kini para ilmuwan masih tidak percaya atas keberadaan hantu. Walaupun jika memang benar hantu itu ada, tapi tetap susah untuk dapat dibuktikan secara nyata. Karena menurut orang-orang yang percaya, hantu berada di alam lain, tidak kasat mata, namun kadang bisa dirasakan bahkan bisa terlihat pada saat-saat tertentu.

Jika mereka (hantu) memang ada, maka apakah hantu itu? Dari apakah mereka terbentuk? Makhluk apakah mereka? Mungkinkah hantu itu terdiri dari materi yang berunsur gas, molekul, ion atau sesuatu yang lain? Atau bisa jadi, hantu terdiri dari suatu zat atau unsur yang oleh para ilmuwan belum pernah diketahui. Para ilmuwan masih menyelidiki fenomena mistis tentang keberadaan hantu ini.



Lalu muncul pula pertanyaan lainnya, bagaimana hantu bisa beruwud? Bagaimana mereka bisa menembus tembok atau materi lain? Bagaimana mereka tercipta? Bagaimana mereka berakhir? Atau apakah hantu itu hanyalah ilusi mata, ilusi telinga atau ilusi perasaan saja?

Apapun hantu itu, para ilmuwan tetap mengambil penelitian dari sudut ilmu pengetahuan atau sains saja. Dan mereka tetap berkeyakinan bahwa hantu adalah ilusi yang dibuat oleh otak dalam keadaan tertentu.

Jika benar hantu adalah ilusi yang dibuat oleh otak, maka timbul lagi pertanyaan klasik, bagaimana otak bisa membuat ilusi penampakan hantu? Apa yang membuat otak bisa mempunyai kemampuan ilusi atau khayalan ini?


Penyelidikan

Beberapa ilmuwan bergabung untuk menyelidiki fenomena mistis ini. Mereka melakukan eksperimen disebuah tempat paling angker di Amerika, yaitu penjara tua yang sudah lama tidak terpakai di daerah Eastern State Penitentiary, Philadelphia Amerika.




Penjara tua yang sudah lama tak digunakan ini adalah salah satu tempat paling angker di Amerika, 
karena dilaporkan banyak sekali terjadi penampakan hantu.


Dari beberapa saksi mata yang ada di daerah tersebut telah mengakui bahwa mereka memang kadang melihat seperti ada makhluk yang terbang melayang di penjara tersebut. Dan peristiwa itu terjadi dalam waktu beberapa kali.

Penyelidikan ini membutuhkan beberapa sukarelawan yang akan mengamati penjara angker itu. Para relawan yang terpilih haruslah orang yang tidak mempercayai hantu dan bukan orang yang penakut.

Lalu semua sudut dan ruangan dipenjara yang akan digunakan untuk uji coba dilengkapi oleh berbagai jenis kamera infra merah, detektor medan elektromagnet, sensor suhu, sensor audio dan video serta teknologi tercanggih lainnya. Bahkan beberapa diantara perangkat dan teknologi yang digunakan sama persis seperti yang NASA gunakan.





Setelah setiap pojok dan hall serta koridor penjara tua itu diberi peralatan tersebut, mereka mengamati seharian penuh namun tidak ada objek yang mencurigakan.

Pada malam kedua, dikerahkanlah para relawan. Semua relawan masing-masing ditempatkan di dalam beberapa sel tahanan dalam semalam. Bagaimana menurut para relawan?

Para relawan tak merasakan apapun, apalagi adanya fenomena kehadiran hantu. Mereka hanya merasakan udara yang dingin namun pengap, "Mungkin karena di dalam ruang sel ini tidak ada sirkulasi udara", ujar salah satu relawan.

Ada pula yang berujar bahwa, "Udara di dalam sel yang lembab menyebabkan kurang segarnya udara yang terhirup, seperti bau yang tak sedap," ujar relawan.






Selama seharian hingga mendekati fajar, tak satupun relawan yang merasakan adanya anomali. Mereka tak melihat fenomena aneh, penampakan aneh ataupun mendengar sesuatu yang aneh.

Pada hari ketiga. Para ilmuwan menggunakan sedikit trik. Awalnya trik ini hanyalah coba-coba dari beberapa literatur penyelidikan sebelumnya. Mereka menyiapkan beberapa pengeras suara rendah (subwoofer) yang besar. Kemudian tanpa diketahui para relawan, subwoofer tersebut diletakkan di beberapa tempat yang tersembunyi dan tak mungkin dilihat para relawan nantinya.

Pengeras suara rendah tersebut nantinya akan diaktifkan dan akan bergetar dibawah indera pendengaran manusia alias infra-sonic. Saat pengeras dinyalakan maka membran pengeras suara akan maju-mundur dengan hebat namun tak akan ada suara yang terdengar oleh manusia.

Malam pun tiba, seperti malam-malam sebelumnya mereka semua bersiap dengan alat komunikasi yang bisa dipantau dan juga tak lupa dengan membawa senternya masing-masing. Setelah kira-kira setengah jam berlangsung, para ilmuwan menyalakan pengeras suara jenis sub-woofer tersebut. Tak berapa lama, terjadi suasana yang menurut para relawan 'tidak nyaman'.






Gambar-gambar diatas memperlihatkan frekuensi sangat rendah 
mendominasi ruangan penjara

Mereka para relawan melaporkan bahwa entah kenapa kepala mereka agak pusing, jantung sedikit berdebar, bulu tengkuk dan pergelangan tangan merinding, bahkan ada yang melihat seperti asap yang keluar dari tembok. Malam itu begitu aneh tidak seperti malam sebelumnya, apa yang sebenarnya telah terjadi dengan mereka?



Gelombang Frekuensi Rendah

Pengeras suara jenis sub-woofer yang mengeluarkan gelombang frekuensi rendah inilah penyebabnya. Kok bisa, apa yang terjadi?

Setiap frekuensi memiliki panjang gelombang dan setiap gelombang tersebut memiliki kelemahan dan kekurangannya masing-masing.

Tidak seperti gelombang biasa lainnya, pada gelombang sangat rendah (Very Low Frequency) atau VLF, memiliki sifat yang dapat dengan mudah menembus suatu materi seperti kayu, tembok, tanah bahkan beberapa jenis logam.

Dan secara mudah pula, gelombang sangat rendah ini dapat juga menembus badan manusia.

Selama ada gelombang yang dapat menembus badan kita, maka gelombang tersebut pasti juga menembus dan mempengaruhi organ-organ biologis di dalam tubuh manusia, termasuk otak.

Oleh karenanya para peneliti yang juga ilmuwan itu, sangat tertarik dengan fenomena ini. Apa yang menyebabkan pengaruh perilaku manusia dalam keadaan resah, tak nyaman bahkan halusinasi ternyata dapat dipengaruhi oleh gelombang frekuensi sangat rendah (VLF) ini.

Dari hasil penelitiannya, ternyata otak manusia sangat rentan dengan adanya gelombang VLF ini. Ada beberapa bagian dari otak yang sel-sel syarafnya tak terpengaruh oleh VLF, namun ada juga bagian yang terpengaruh.

Beberapa diantara bagian otak yang terpengaruh oleh VLF ini adalah bagian-bagian otak yang mengatur sistim keseimbangan dan kesadaran.

Dan sistim keseimbangan dan kesadaran tersebut pada akhirnya akan mempengaruhi indera-indera yang tersambung dan terkordinasi kepadanya.

Dengan terpengaruhnya sistim keseimbangan dan kesadaran pada otak manusia itu, maka otak akan memerintahkan sel-sel tertentu kepada indera lainnya, seperti mata yang dapat melihat benda yang tak ada namun menjadi sepertinya ada.

Telinga yang berfungsi sebagai keseimbangan juga mulai terpengaruh akibat informasi yang salah dari otak, lalu mulai merasakan pusing dan juga terjadi efek pendengaran yang sebenarnya tidak ada, seperti mendengar suara wanita, anak menangis dan suara terbahak-bahak.

Indera lainnya juga terbukti terpengaruhi oleh info dari otak yang salah memberikan informasi akibat hantaman gelombang Frekuensi Sangat Rendah atau Very Low Frequency (VLF) ini. Termasuk indera penciuman, mencium wangi bunga yang sebenarnya tidak ada. Indera perasa seperti kulit juga menyebabkan perasaan merinding pada bulu tangan dan tengkuk.

Pada sesi inilah maka manusia akan mengalami seperti halusinasi, karena otak yang terpengaruh oleh VLF dan terjadi dis-informasi dan mempengaruhi indera manusia yang lainnya. Dan pada sesi selanjutnya, maka manusia dapat melihat 'hantu'.

Frekuensi Rendah Ada Dimana-mana

Lalu darimana datangnya frekuensi rendah disekeliling kita? Frekuensi rendah ada dimana-mana dan dapat dipicu oleh berbagai macam cara.

Secara alami frekuensi rendah dapat dipicu oleh getaran yang sangat pelan dan rendah. Mulai dari dedaunan atau alang-alang yang tertiup angin, dari tetesan air yang jatuh, dari rintik air hujan, dari putaran rendah kipas angin dan dari apapun yang bersifat bergetar serta memiliki getaran yang sangat-sangat rendah.

Apalagi jika berada di dalam gedung tua seperti penjara ini. Kelembaban karena air yang menetes, rumput-rumput, suara angin dan lainnya sangat mempengaruhi indera manusia.

Oleh karenanya, para ilmuwan sangat yakin bahwa penampakan hantu karena dipicu oleh disfungsi cara kerja otak yang telah terpengaruh oleh VLF tersebut.

Penelitian Lanjutan Frekuensi Sangat Rendah

Akibat penemuan ”tak sengaja” yang berawal dari penelitian tentang hantu, justru berlanjut menjadi penelitian terhadap – mengubah dan mengatur perilaku manusia (human behaviour). Dan ini justru menjadikannya batu loncatan kepada teknologi-teknologi terkini. Para peneliti langsung berfokus kepada rahasia dibalik frekuensi rendah ini.

Salah-satunya yang juga menggunakan frekuensi rendah adalah H.A.A.R.P. (High frequency Active Auroral Research Program) atau Program Penyelidikan Aurora Aktif Frekuensi Tinggi.


Ya, awalnya frekuensi tinggi. Lalu bagaimana jika frekuensi rendah dipancarkan melalui antena-antena HAARP ini? Mungkin akan banyak hal tak terduga yang akan terjadi lagi, karena hingga saat ini lebih banyak penelitian mengenai frekuensi tinggi daripada frekuensi rendah. 

Dan jika hal ini benar terjadi, pastinya akan selalu disembunyikan dan tak diakui oleh pihak-pihak yang berkepentingan didalamnya.

Begitu 'tak terselidikinya' kemampuan frekuensi sangat rendah ini, sehingga manusia dapat melihat yang tiada, dan dapat mendengar yang tiada, namun semua sepertinya benar-benar ada. Dan oleh sebab itulah hantu ada dan dapat terlihat, menurut ilmu pengetahuan.





Sumber :
indocropcircles

Ini yang Terjadi Ketika Manusia Masuk kedalam Black Hole!

October 27, 2017 Add Comment
Lubang hitam atau black hole merupakan suatu fenomena alam yang terjadi di luar angkasa. Sifatnya yang misterius membuat banyak orang penasaran ingin mengetahui dan menjelajahi black hole lebih dekat.

Dilansir laman BBC, Senin (4/5/2015), sekira satu dari setiap seribu bintang di galaksi yang cukup besar berpotensi untuk bertransformasi menjadi lubang hitam. Bima Sakti memiliki setidaknya 100 miliar bintang, artinya terdapat sekiranya 100 juta lubang hitam yang sedang bersembunyi di galaksi kita ini. Wow, tidak disangka ya!


Berpetualang Mengelilingi Black Hole

Black hole tentunya berwarna hitam dan diperkirakan tak berbentuk bulat sempurna. Black hole juga diperkirakan memiliki ukuran empat juta kali lebih besar dari matahari. Gravitasi yang terjadi di dalam black hole telah mengumpulkan banyak gas dan debu yang terakumulasi ke dalam bentuk spiral dengan lubang yang berputar-putar.

Black hole sendiri tidak dapat dilihat secara langsung karena terbentuk dari gas dan debu. Namun, gravitasi black hole yang melengkungkan sinar cahaya di sekitarnya menciptakan jejak visual dalam materi sekitarnya yang disebut sebagai bayangan lubang hitam.

 

Melihat Cincin Terang Raksasa dan Bulan Sabit

Meskipun tidak dapat melihat bentuk black hole, orang yang berada di dalamnya akan melihat bayangan black hole yang dikelilingi oleh cincin terang dan bulan sabit. Walaupun black hole diperkirakan sangat gelap, namun menurut astrofisikawan dari University of Arizona, pandangan manusia akan tetap terang dan jelas di sana.

Mati Terkoyak

Fisikawan belum mengetahui secara pasti apa yang akan terjadi jika ada mahluk hidup yang memasuki black hole. Hipotesis konvensional dari pawa ilmuwan menggambarkan saat melompat ke lubang hitam pertama, kaki manusia normal akan terasa lebih kuat dibanding dengan gravitasi kepala Anda.

Perbedaan gravitasi di kaki dan kepala Anda akan semakin besar dan membuat tubuh manusia terkoyak. Gravitasi pasang surut pada black hole pun disebut akan merobek setiap sel, molekul, dan atom dalam tubuh Anda menjadi berkeping-keping.

Perjalanan ke dalam lubang hitam diperkirakan para ilmuwan merupakan perjalanan satu arah. Jika ada seseorang yang melewati cakrawala yang merupakan titik di mana cahaya tidak dapat melarikan diri, tidak akan lagi jalan untuk kembali dan kemungkinan paling besar yang terjadi ialah kematian untuk siapa pun yang masuk ke dalam black hole.






dikopas dari techno.okezone.com

Bantahan Profesor LAPAN tentang Konspirasi Bumi Datar

April 27, 2017 Add Comment


Jawaban Atas Pertanyaan Penggemar Dongeng FE (Flat Earth) – Bumi Datar

Bumi itu bulat, tetapi penggemar FE tidak mempercayainya. (Gambar-gambar ilustrasi diambil dari internet)

Oleh : T Djamaluddin [1]
(Profesor Riset Astronomi–Astrofisika, LAPAN)

FB LAPAN menerima banyak pertanyaan dari para penggemar FE (Flat Earth — bumi datar) dengan pola pertanyaan yang hampir sama. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dimaksudkan untuk menjadi pembenaran bagi dongeng FE. Tulisan ini dimaksudkan sebagai kompilasi pertanyaan mereka dan jawaban saya. Tulisan ini serial dan akumulasi dari tanya jawab berkait dengan dongeng FE. Jawaban saya upayakan sesederhana mungkin dengan bahasa awam.

Q:  Bukankah foto semua planet dan satelit hanya CGI (Computer Generated Imagery – gambar yang dibuat computer)?

A: Teknologi pembuatan CGI baru ada pada dasawarsa belakangan, sedangkan foto-foto planet sudah diperoleh pada generasi awal penguasaan tentang teleskop dan fotografi. Satelit sudah dikenal sejak 1957. Foto-foto jarak dekat planet-planet diperoleh setelah adanya wahana antariksa antar-planet sekitar tahun 1970-an dan 1980-an. Gambar-gambar simulasi dengan komputer (CGI) hanya digunakan sebagai bagian edukasi publik agar lebih mudah difahami awam, tidak sekadar dengan rumus-rumus, grafik, dan tabel yang hanya difahami para ilmuwan. Sebelum ada CGI, ilmuwan memanfaatkan lukisan ilustrasi dari seniman agar dapat difahami awam.

Q: Bukankah matahari bisa diambil gambar videonya karena memang matahari sangat dekat?

A: Matahari berjarak 150 juta km dari bumi. Diameternya 1,4 juta km. Suhu permukaannya 6000 derajat. Jadi tidak mungkin, matahari dianggap dekat. Foto dan video matahari diperoleh dari teleskop di bumi dan dari satelit yang ditempatkan di antariksa.

Q: Bukankah batas langit berupa dome (kubah) sehingga pelangi berbentuk kurva dan tidak pernah ada yang dapat menembusnya?

A: Langit adalah ruang terbuka di luar bumi yang tidak ada batasnya. Kita mengamatinya seperti kubah karena batas pandang mata manusia ke arah langit, seolah-olah benda-benda langit itu menempel pada bola langit. Pada penyajian posisi benda langit secara astronomi memang digunakan alat bantu bola langit, tetapi itu sesungguhnya hanya penggambaran arah yang dinyatakan dalam derajat, relatif terhadap titik pengamatan. Langit tidak ada batas jaraknya.

Pelangi yang melengkung bukan karena kubah langit. Pelangi tampak melengkung setengah lingkaran juga karena batas pandang mata pengamatnya. Pelangi disebabkan oleh pembiasan dan penguraian warna cahaya matahari dari arah belakang pengamat oleh butir-butir air hujan atau kristal es jauh di hadapan pengamat. Ada sudut tertentu pada butir-butir air hujan atau kristal es yang menyebabkan pembiasan dan penguarian cahaya matahari, sehingga warna yang dihasilkan seolah melingkari titik hubung matahari dan mata pengamat. Titik pusat lingkaran pelangi berada di kaki langit kalau mataharinya berada di kaki langit. Bila mataharinya berada lebih tinggi dari kaki langit, maka titik pusat lingkatan pelangi lebih rendah dari kaki langit. Itu sebabnya tidak terlihat pelangi saat matahari tinggi di langit.

Karena langit tidak ada batasnya, maka roket dapat menembusnya untuk menempatkan satelit di orbitnya.

Q: Bukankah roket dan pesawat ulang alik terbang dalam bentuk kurva juga, tidak tegak lurus ke atas karena akan meledak ketika menabrak dome (kubah langit)?

A: Roket dan pesawat ulang alik akan meluncur sampai ketinggian orbit yang dituju, umumnya di atas 400 km. Roket atau pesawat ulang alik tidak akan meledak (kecuali ada kesalahan teknis) sampai mencapai antariksa karena tidak ada batas atau kubah langit (dome). Pengamat melihatnya terbang melengkung karena efek gravitasi bumi, sehingga lintasannya berbentuk parabola. Seperti halnya kita melempar batu, batu itu akan jatuh dengan lintasan parabola. Kalau dilempar dengan kekuatan yang besar (dengan roket atau pesawat ulang alik), lintasan parabolanya mencapai ketinggian sampai sekitar 400 – 600 km.

Q: Bukankah kalau kita naik pesawat atau balon udara, bumi tampak tidak bergerak?

A: Pesawat atau balon udara bergerak bersama rotasi bumi, karena pesawat dan balon udara tersebut (dan seluruh benda di bumi) terikat dengan gavitasi bumi. Sama halnya anak kecil yang melompat-lompat di kursi kereta akan menganggap kursinya tetap, karena dia bergerak bersama kereta.

Q: Kalau bumi berputar, mengapa jadwal penerbangan bisa pas sesuai jadwal? Apakah laju pesawat sama dgn rotasi bumi dan apakah tempat tujuan pesawat juga berputar? Gak sampe-sampe dong?

A: Pesawat terbang bersama bumi yang berotasi, karena pesawat terikat dengan gravitasi bumi. Jadi, dalam perhitungan jadwal penerbangan dihitung kecepatannya terhadap titik tetap di bumi (seperti halnya menghitung kecepatan kereta api), kemudian dikoreksi dengan beberapa faktor lainnya, antara lain rotasi bumi.

Q: Bukankah gedung dan kapal dilihat dari jauh tidak menghilang ditelan bumi, mereka masih tetap terlihat tetapi kecil? Kalau bumi bulat, maka semakin jauh benda, bukan hanya dia akan terlihat menghilang di bagian kakinya tetapi juga akan terlihat miring ke belakang.

A: Kelengkungan bumi tidak akan terlihat pada jarak pendek. Untuk jarak yang jauh, seperti eksperiment di sungai Bedford sejauh 9,7 km, harus memperhitungkan juga refraksi (pembiasan) atmosfer yang menyebabkan benda yang sudah berada di bawah ufuk tampak lebih tinggi. Refraksi atmosfer juga dipergunakan dalam menghitung terbit dan terbenamnya matahari dan bulan.

Q: Bukankah kalau dilihat dari pesawat, horizon bumi tetap setinggi mata, artinya bumi rata? Kalau bumi bulat, semakin tinggi posisi kita semakin bawah horizon dari bumi.

A: Ketampakan horizon justru menunjukkan bumi kita bulat. Kalau kita naik pesawat, pandangan kita dibatasi oleh horizon (kaki langit). Horizon tetap setinggi mata, karena horizon adalah titik singgung garis pandang dengan bola bumi. Kalau bumi kita datar, maka pandangan kita dibatasan oleh sensitivitas mata, artinya kalau kita mempunyai teleskop canggih, dari atas pesawat kita bisa melihat sampai tepi bumi yang datar tersebut. Tetapi di kejauhan, bila kita naik pesawat terbang, kita tidak bisa melihat hamparan sampai tepi dunia ini.


Ujung Dunia Tepi Dunia
Horizon dilihat dari pesawat terbang
Horizon Dan Kelengkungan Bumi
Horizon tampak karena bumi bulat

Q: Bukankah gravitasi itu tidak ada?

A: Semua benda mengalami gaya gravitasi. Semua benda di bumi tetap melekat di permukaan bumi karena gaya gravitasi bumi. Batu dilempar kembali jatuh, sama halnya dengan satelit dan bulan yang mengorbit bumi, semuanya karena gaya gravitasi bumi. Bumi dan planet-planet mengitari matahari karena gaya gravitasi matahari.

Q: Bukahkah tidak ada penerbangan langsung Afrika Selatan ke Australia walaupun di pada bumi bulat mereka hanya berjarak 9 jam? Menurut peta bumi rata, Australia dan Afrika Selatan adalah negara terujung-ujung bumi.

A: Penerbangan lintas kutub selatan memang jarang karena pertimbangan teknis, kemungkinan gangguan pada mesin akibat suhu yang sangat dingin. Namun, bila cuaca memungkinkan, beberapa maskapai melakukan penerbangan lintas kutub Selatan. Misalnya, LATAM Airlains terbang non-stop dari Sydney (Australia) ke Santiago (Amerika Selatan). Air New Zealand juga terbang non-stop dari Auckland (Selandia Baru) ke Buenos Aires (Amerika Selatan). Qantas terbang non-stop dari Sydney (Australia) ke Johannesburg (Afrika Selatan).


Penerbangan Melintasi Antartika

Q: Bukankah sinar matahari dan bulan akan terlihat lebih terang di awan sekitar mereka di bandingkan awan yang lebih jauh. Artinya matahari berada dekat dengan bumi sehingga sinarnya akan terlihat lebih terang terhadap benda di sekitarnya dibandingkan benda yang jauh?

A: Jarak matahari ke bumi sekitar 150 juta km dan jarak bulan ke bumi sekitar 384.000 km. Artinya, kuat cahaya yang sampai ke bumi (termasuk awan) secara umum hampir sama. Mengapa cahaya yang mengenai awan yang dekat lebih terang dari pada awan yang jauh? Penyebabnya bukan lagi pada matahari/bulan, tetapi pada awan sebagai sumber cahaya pantulan. Karena awannya dekat, maka cahaya pantulannya terlihat lebih terang daripada awan yang jauh.

Q: Bukankah gambar sinar matahari menembus awan akan terlihat bersudut dan tidak berupa garis sejajar, yang artinya matahari dekat?

A: Itu bukan bukti matahari yang dekat. Bentuk menyudut yang terpusat pada matahari menunjukkan bahwa berkas cahaya matahari itu lurus dan sejejar, karena mataharinya sangat jauh (150 juta km). berkas cahaya yang luruh yang menembus celah-celah awan tampak menyudut karena pandangan perspektif, sama halnya ketika kita melihat rel kereta api tampak makin menyempit di kejauhan.


Cahaya Matahari Menembus Awan

Q: Bukankah gerhana adalah hoax , sebab jika matahari di belakang bumi dikatakan gerhana bulan, lalu dari mana asal sinar bulan? Jika bulan menutupi matahari ketika gerhana matahari lalu dari mana asal cahaya bulan? Bukankah sinar bulan berasal dari matahari?

A: Gerhana bulan dan matahari adalah akibat konfirgurasi bumi, bulan, dan matahari. Akibat bulan mengelilingi bumi, cahaya yang dipantulkan bulan membentuk ketampakan bulan sabit, bulan setengah, dan bulan purnama. Ketika bulan purnama, posisi bulan segaris dengan matahari dan bumi, maka cahaya matahari yang menuju bulan terhalang oleh bumi. Bayangan bumi pada purnama itulah yang disebut gerhana bulan. Pada saat bulan baru (newmoon), cahaya bulan tidak tampak, karena bagian yang tersinari menghadap matahari. Ada saatnya, bulan baru itu segaris dengan matahari dan bumi. Akibatnya, cahaya matahari yang menuju bumi terhalangi. Matahari akan terlihat gelap sebagian atau seluruhnya. Itulah yang disebut gerhana matahari.


Terjadinya Gerhana

Q: Bukankah astronot tidak ada, dulu mereka memakai tangki air, sekarang memakai CGI (Gambar buatan computer)?

A:  Astronot benar adanya, baik yang pernah mendarat di bulan maupun yang saat ini bekerja di laboratorium antariksa ISS. Astronot di dalam tangki air adalah saat latihan mensimulasikan gerak di antariksa. CGI astronot hanya ada dalam pembuatan film.

Q: Ketika astronot NASA mendarat di bulan, mengapa gambar bumi hanya sebesar bulan? Bukankan bumi empat kali  lipat lebih besar? Harusnya ketika mereka di bulan, maka gambar bumi akan tampak lebih besar?

A: Ukuran "besar" atau "kecil" adalah ukuran relatif. Gambar bumi yang tidak dilihat dengan ukuran sama ketika melihat bulan bisa menimpulkan kesan seolah ukurannya sama. Mestinya ukuran ketampakan bumi dan bulan sama-sama dibandingkan dengan objek yang sama besarnya pada jarak yang sama. Misalnya, bumi dan bulan sama-sama dipotret dengan pembanding ballpen yang dipegang sejauh bentangan lengan, kita akan melihat gambar bumi empat kali lebih besar dibandingkan bulan. Di astronomi dikenal ukuran derajat untuk menggambarkan besar objek langit. Bulan itu terlihat dari bumi besarnya sekitar 0,5 derajat, mestinya bumi terlihat dari bulan besarnya sekitar 2 derajat.

Q: Sejak zaman dahulu sampai sekarang, gambar bumi hanya itu-itu saja tidak berubah. Ketika mereka merilis gambar bumi sedang berputar, mengapa awannya tetap tidak bergerak?

A: Awan bergerak karena dinamika atmosfer yang skala waktunya minimal 10-menitan agar bisa melihat pergerakannya. Misalnya, citra satelit Himawari yang bisa menampilkan pergerakan awan setiap 10 menit. Gambar atau video bumi berputar hanyalah simulasi dari waktu 24 jam dimampatkan menjadi beberapa menit saja, sehingga pergerakan awan tidak dapat terlihat.

sumber: eshaardhie.blogspot.com

Bumi Siap Lintasi Bekas Jalur Orbit Komet Halley, Hujan Meteor Selama Sebulan Akan Terjadi

April 03, 2016 Add Comment
Citra komposit hujan meteor Eta Aquarid tahun 2013. Kredit: NASA
Info Astronomy - Siapkan kursi santai Anda dan seduhlah secangkir kopi. Mulai pertengahan April, dari tengah malam hingga Subuh, kita berkesempatan melihat peristiwa hujan meteor. Tidak, peristiwa ini tidak berbahaya. Meteor-meteor yang melintas akan terbakar habis di atmosfer karena berukuran sangat kecil.

Dikutip dari EarthSky.org, hujan meteor tersebut bernama Eta Aquarid, akan mulai terlihat sekitar tanggal 20 April dan akan terus terlihat sampai 21 Mei. Waktu terbaik untuk melihat hujan meteor Eta Aquarid ini adalah pada 1 sampai 5 Mei, ketika langit akan cukup gelap karena Bulan akan memasuki fase Bulan Baru.

Hujan meteor Eta Aquarid ini berasal dari puing-puing Komet Halley. Bumi memasuki bekas jalur orbit komet bersejarah ini sehingga puing-puing kometnya tertarik gravitasi Bumi lalu memasuki atmosfer dan terbakar. Mereka disebut Eta Aquarid karena seolah muncul rasi bintang Aquarius. Tapi Anda tidak perlu terus-menerus mengamati rasi bintang tersebut, sebab meteor akan muncul dari segala arah.

Intensitas hujan meteor Eta Aquarid di Indonesia cukup baik. Diperkirakan akan ada 30 meteor per jam jika Anda mengamati di lokasi yang langitnya bebas dari polusi, jauh dari lampu kota dan cuaca yang cerah. Anda tidak perlu menggunakan teropong atau teleskop untuk mengamatinya. Karena gerakan meteor yang super cepat, mengamati dengan mata telanjang adalah yang paling disarankan.

Seperti biasa untuk melihat hujan meteor, waktu terbaik untuk mengamatinya adalah mulai tengah malam, ketika langit sudah benar-benar gelap. Anda juga perlu adaptasi mata dengan langit selama setidaknya 30 menit untuk mendapatkan meteor pertama Anda. Jika baru mengamati 5 menit dan tidak melihat meteor sama sekali, ya jelas saja.

Kami akan menyelenggarakan star party untuk mengamati hujan meteor Eta Aquarid ini pada tanggal 1 hingga 3 Mei 2016 mendatang di Dataran Tinggi Dieng. Ingin ikut? Silakan daftarkan diri Anda di sini: JejakLangit.com/tour

Jepang Hilang Kontak Dengan Satelit Peneliti Lubang Hitam

April 02, 2016 Add Comment
Ilustrasi satelit ASTRO-H (Hitomi). Kredit: Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA)
Info Astronomy - Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) sedang kebingungan untuk menjelaskan apa yang terjadi pada satelit Hitomi, mereka hilang kontak, yang mungkin saja satelit yang mengemban tugas khusus yakni meneliti lubang hitam dan sejarah gugus galaksi telah hancur di luar angkasa.

JAXA telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah kehilangan kontak dengan satelit Hitomi pada hari Sabtu (26/3), komunikasi dengan satelit Hitomi telah terputus saat ini. Dan bahkan setelah membentuk tim darurat untuk mencoba berkomunikasi dengan Hitomi, JAXA mengatakan mereka belum mampu mengetahui keadaan Hitomi saat ini.

Namun, menurut sebuah analisis dari US Joint Space Operations Centre pada 26 Maret 2016, satelit Hitomi tampaknya telah terpisah menjadi lima bagian. Lembaga Antariksa Jepang mengatakan pihaknya akan mengamati satelit Hitomi menggunakan radar di Kamishaibara Space Guard Center (KSGC) dan teleskop di Bisei Space Guard Centre (BSGC), yang keduanya berada di Negeri Sakura.

Sementara JAXA masih berusaha untuk memulihkan komunikasi dengan satelit Hitomi, tidak ada yang mengetahui dengan jelas dalam memahami apa yang menyebabkan Hitomi bisa terpisah menjadi lima bagian.

Ini merupakan sebuah kerugian besar untuk program luar angkasa Jepang, yang meluncurkan satelit Hitomi (juga dikenal sebagai satelit ASTRO-H) 17 Februar 2016. Hitomi adalah satelit yang cukup canggih dengan dilengkapi teleskop sinar-X dan detektor cahaya sinar gamma, serta telah dirancang untuk mempelajari gugus galaksi, lubang hitam supermasif, dan bintang neutron.

Menurut astronom Jonathan McDowell dari Harvard-Smithsonian Centre for Astrophysics, yang bekerja untuk Observatorium Antariksa Chandra, mungkin Hitomi menderita semacam "peristiwa energik", seperti kebocoran gas atau ledakan baterai, yang bisa membuat badannya terpisah-pisah sehingga hilang kontak.

Jika hipotesis ini benar, hal tersebut mungkin membuat antena komunikasi Hitomi tidak menunjuk ke arah yang benar, yang berakibat pada hilangnya komunikasi dengan JAXA. Lebih buruk lagi, jika kontrol atas satelit tidak dapat kembali, panel surya pada satelit Hitomi mungkin tidak dapat mengambil cahaya dari Matahari, yang berarti satelit ini bisa kehilangan seluruh daya sebelum upaya perbaikan selesai dilakukan.

Namun menurut ahli satelit lain, Goh Cher Hiang dari National University of Singapore, peristiwa dramatis seperti ledakan baterai atau kebocoran gas sangat langka terjadi, yang berarti ada juga kemungkinan bahwa faktor eksternal, seperti potongan-potongan kecil dari sampah antariksa mungkin menabrak Hitomi.

Sementara JAXA sedang mencari jawaban dan mencari cara untuk mengembalikan komunikasi dengan satelit Hitomi, tidak semua harapan mereka hilang. JAXA sebelumnya telah kembali berkomunikasi dengan satelit lain yang telah berada di luar angkasa bernama Akatsuki, yang pernah hilang kontak pada tahun 2010.

Ini tidak hanya akan menjadi kerugian bagi Jepang. Satelit Hitomi ini dibangun bersama dengan NASA, Lembaga Antariksa Kanada, dan Agensi Antariksa Eropa, sehingga para ilmuwan dan investor untuk misi ini juga mau tak mau ikut-ikutan rugi.