Kota Kuno Tidak Jauh Berbeda Dengan Kota Modern?

June 21, 2015
Banyak orang berpendapat bahwa kota kuno sangat berbeda dengan kota modern, mulai dari struktur hingga teknologi yang mereka gunakan pada waktu itu. Meskipun diantara keduanya memiliki perbedaan yang sangat mencolok dalam penampilan dan tata kelola, fungsi pemukiman manusia kuno ternyata memiliki kesamaan dengan kota kota modern.

Dugaan ini berdasakan temuan baru para peneliti dari Institut Santa Fe dan Universitas Colorado Boulder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keraguan tentang produktifitas dan kepadatan penduduk di masyarakat jauh berbeda, dan memiliki segala sesuatu yang berkaitan dengan tantangan dan kesempatan pengorganisasian jaringan sosial di masyarakat.

Perkembangan Dan Tata Kota Kuno


Sebelumnya, hasil penelitian telah menunjukkan bahwa kota modern berkembang diiringi populasi, begitu juga efisiensi dan produktivitas penduduknya. Populasi kota akan melebihi pembangunan infra struktur perkotaan, misalnya produksi barang dan jasa yang melebihi penduduknya. Pola ini menunjukkan tingkat keteraturan matematika dan prediktabilitas yang disebut skala perkotaan.

Kota kuno

Penelitian tentang dinamika perkotaan oleh tim ilmuwan yang dipimpin Prof Luis Bettencourt menjelaskan skala kota dan program penelitian keberlanjutan, semua ini dijelaskan dalam teori skala perkotaan pada tahun 2013. Scott Ortman, asisten profesor departemen antropologi CU Boulder mencatat bahwa tren Bettencourt dijelaskan secara tidak khusus untuk kota zaman modern. Dalam diskusi yang terjadi ditahun 2013, mereka diminta untuk melaksanakan proyek penelitian tentang efek ukuran kota kuno melalui sejarah.

Untuk menguji ide tersebut, tim ilmuwan memeriksa data arkeologi dari Cekungan Meksiko, sekarang disebut Mexico City. Ilmuwan memeriksa semua pemukiman kuno yang mencakup 2000 tahun dan empat era budaya di pra kontak Mesoamerika. Dengan menggunakan data ini, ilmuwan menganalisis dimensi ratusan kuil kuno dan ribuan rumah kuno untuk memperkirakan populasi dan kepadatan kota, ukuran dan tingkat pembangunan monument dan bangunan serta intensitas situs yang digunakan.

Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa semakin besar pemukiman kuno maka lebih produktif, ilmuwan meyakini bahwa kapitalisme, industrialism dan demokrasi dunia modern sangat berbeda dengan masa lalu. Apa yang telah ditemukan dalam penelitian ini menjadi penggerak pola social ekonomi yang kuat di kota modern sebelumnya.

Temuan ini merupakan salah satu langkah dalam proses panjang, tim berencana untuk memeriksa pola pemukiman di situs-situs kuno Peru, Cina, dan Eropa serta mempelajari faktor faktor yang menyebabkan system perkotaan muncul, berkembang ataupun runtuh.

Share this

Lahir di Padang, Sumatera Barat pada akhir tahun 1993, blogger rupawan ini lebih dikenal dengan nickname hideatsa. Memiliki kredibilitas yang mumpuni dalam bidang copy-paste. Meskipun tampan, ia juga baik hati dan tidak sombong.

Related Posts