Puncak Gejolak Geologi Terjadi Setiap 30 Juta Tahun

June 18, 2015
Baru-baru ini, tim ilmuwan dari Universitas Biologi New York menyimpulkan bahwa fenomena puncak gejolak geologi jarang terjadi, tetapi bisa diprediksi dari gerakan bumi dan melalui lingkar galaksi Bima Sakti. Fenomena ini mungkin memiliki efek langsung dan terjadi terus menerus terhadap fenomena gejolak geologi dan biologi yang terjadi di bumi. 

Hasil studi ini ditulis dalam sebuah makalah yang diterbiitkan dalam jurnal Royal Astronomical Society. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa gerakan materi gelap dapat megacaukan orbit komet dan menyebabkan pemanasan tambahan dalam inti bumi, keduanya dapat dihubungkan dengan peristiwa kepunahan massal.

Materi Gelap Penyebab Gejolak Geologi


Sejarah bumi diselingi dengan peristiwa kepunahan masal, beberapa peristiwa diantaranya masih terus diteliti, termasuk gelap, dimana sifatnya belum jelas, tetapi seperempat alam semesta menyimpan jawabannya. Materi gelap mungkin memiliki pengaruh langsung terhadap kehidupan dibumi.

Disk galaksi merupakan wilayah galaksi Bima Sakti dipenuhi dengan bintang, awan gas dan debu, kumpulan materi gelapyang sulit dipahami, serta partikel subatomic kecil yang dapat terdeteksi hanya dengan efek gravitasi. Dalam penelitian sebelumnya dijelaskan bahwa bumi ternyata mengelilingi galaksi yang berbentuk cakram setiap 250juta tahun sekali. 

galaksi NGC4565, gejolak geologi

Dengan menganalisis pola gerakan bumi mengelilingi cakram galaksi, ilmuwan mencatat bahwa bagian bagian cakram tampaknya berhubungan dengan waktu, dampak benturan komet dan kepunahan missal kehidupan. Gejolak geologi yang paling umum dikenal adalah tabrakan komet dengan bumi sekitar 66 juta tahun yang lalu menyebabkan kepunahan dinosaurus.

Dalam perjalanan Bumi melalui cakram galaksi, dimana materi gelap berkumpul telah mengganggu jalur komet yang biasanya mengorbit jauh dari Bumi diluar Tata Surya. Dengan kata lain bahwa komet yang biasanya berjalan pada jarak yang jauh dari Bumi telah mengambil jalur yang tidak biasa. Tentunya hal ini menyebabkan beberapa benda langit bertabrakan dengan planet bumi. 

Masing-masing bergerak menukik melalui lingkar galaksi, dan materi gelap tampaknya menumpuk didalam inti bumi. Akhirnya partikel materi gelap saling memusnahkan satu sama lain dan menghasilkan panas yang cukup besar.  
Panas yang terbentuk dari penghancuran materi gelap di inti bumi bisa saja memicu gejolak geologi seperti peristiwa letusan gunung berapi, pembalikan medan magnet dan perubahan permukaan laut, puncaknya terjadi setiap 30 juta tahun. 

Menurut Professor Michael Rampino, bahwa fenomena astrofisika berasal dari jalur bumi melewati lingkar galaksi dan akumulasi akibat dari materi gelap di pedalaman planet. Hal ini dapat mengakibatkan perubahan dramatis dalam aktivitas geologi dan biologi bumi. Interaksi materi gelap dengan Bumi karena siklus galaksi bisa berdampak luas pada pemahaman kita tentang perkembangan gejolak geologi dan biologi bumi, serta planet didalam galaksi Bima Sakti.

Share this

Lahir di Padang, Sumatera Barat pada akhir tahun 1993, blogger rupawan ini lebih dikenal dengan nickname hideatsa. Memiliki kredibilitas yang mumpuni dalam bidang copy-paste. Meskipun tampan, ia juga baik hati dan tidak sombong.

Related Posts